Jakarta, 2 Agustus 2026 — Pasar aset kripto kembali menghadapi tekanan setelah harga Bitcoin atau BTC turun ke kisaran US$63.900 pada 30 Juli 2026. Dalam tujuh hari terakhir, aset kripto terbesar tersebutterkoreksi sekitar 2,7% dan sempat menyentuh level terendah US$62.785, sekaligus menembus area support penting di US$64.000. Berdasarkan laporan Market Outlook FLOQ, pelemahan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi satu faktor. Setidaknya terdapat tiga tekanan utama yang membayangi pasar, yaitu meningkatnya ekspektasi kenaikansuku bunga Amerika Serikat, eskalasi konflik di Timur Tengah, serta melemahnya struktur teknikal BTC setelah support US$64.000 ditembus. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa investor kembali mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. “Pasar sedang menghadapi kombinasi tekanan makroekonomi, geopolitik,...
Jakarta, 28 Juli 2026 – Indonesia memiliki banyak talenta muda dengan potensi yang terus berkembang di berbagai bidang. Namun, kesempatan untuk mengakses pendidikan...
Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo terus memperkuat dukungan terhadap program Mandatori Biodiesel B50 dan ketahanan pangan nasional...
Semarang, 01 Agustus 2026 – PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) kembali melaksanakan pekerjaan preservasi jalan tol melalui metode Scrapping, Filling and Overlay...
Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus memperkuat transformasi bisnis di seluruh entitasnya guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan perusahaan. Sejalan...