Volume Penumpang Stabil di Awal Puasa, KAI Daop 9 Jember Fokus Jaga Kenyamanan Pelanggan

Date:

Memasuki periode awal Ramadan 1447 Hijriah, aktivitas mobilisasi masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah KAI Daop 9 Jember menunjukkan tren yang fluktuatif namun tetap stabil.

Jember, 21 Februari 2026 – Memasuki periode awal Ramadan 1447 Hijriah, aktivitas mobilisasi masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah KAI Daop 9 Jember menunjukkan tren yang fluktuatif namun tetap stabil.

Berdasarkan data pantauan volume penumpang, arus keberangkatan dan kedatangan sempat menyentuh angka tertinggi pada pekan sebelum puasa dan diprediksi kembali melonjak pada akhir pekan ini.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan bahwa pergerakan penumpang pada awal puasa Ramadhan masih cukup stabil jika dibandingkan dengan periode minggu sebelumnya. Memasuki hari pertama puasa pada 18 Februari 2026, volume penumpang masih berada di angka yang stabil. Sebanyak 9.142 orang melakukan keberangkatan dan 8.905 orang tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 9. Namun, pada 19 Februari, terjadi penurunan jumlah penumpang.

“Pada tanggal 19 Februari, angka keberangkatan berada di posisi 8.550 penumpang dan kedatangan 8.575. Ini merupakan siklus wajar di mana masyarakat cenderung membatasi perjalanan pada hari-hari pertama ibadah puasa,” ujar Cahyo Widiantoro.

Meski data real-time menunjukkan angka tersebut, KAI Daop 9 memproyeksikan adanya lonjakan yang stabil berdasarkan sisa ketersediaan tiket dan pemesanan yang terus berjalan.

“Rata-rata penumpang untuk akhir pekan ini sangat stabil, dimana harian keberangkatan penumpang mencapai 9ribu penumpang dengan dominasi penumpang parsial. Khusus pada akhir pekan besok hari Minggu, kami memproyeksikan volume keberangkatan penumpang bisa mencapai 11.145 orang,” jelas Cahyo.

Guna memastikan kelancaran perjalanan dan kenyamanan bersama di stasiun maupun di dalam kereta, KAI Daop 9 Jember menghimbau kepada calon pelanggan untuk datang Lebih Awal menghindari keterlambatan proses boarding.

Pelanggan juga diingatkan untuk membawa barang bawaan sesuai aturan yang berlaku (berat maksimal 20 kg dan volume maksimal 100 dm³). Barang yang melebihi ketentuan akan dikenakan biaya tambahan atau harus menggunakan jasa ekspedisi.

Selain itu, penumpang yang menjalankan ibadah puasa dihimbau untuk tetap menjaga kondisi fisik selama perjalanan.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan prima agar perjalanan pelanggan tetap nyaman dan khidmat selama bulan suci Ramadan. Kami mengajak masyarakat untuk terus memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi KAI Access dan tetap mengutamakan keselamatan selama di area stasiun,”

Artikel ini juga tayang di vritimes

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Populer

Mungkin Anda Suka
Related

Penawaran Ramadan di Sari Pacific Jakarta, Autograph Collection

Jakarta, 23 Februari 2026 –  Menyambut datangnya bulan...

Mahasiswa Universitas Perjuangan Tasikmalaya Melakukan Kunjungan Kuliah Kerja ke PLTA Jatigede

Sumedang, 3 Februari 2026 Pada tanggal 3 Februari 2026,...

Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220

Harga emas dunia menunjukkan kecenderungan melanjutkan penguatan pada...

Pangkogabwilhan III Pastikan Pemulihan Kondusivitas Keamanan 11 Bandara Perintis di Papua Berlangsung Intensif

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi memastikan pemulihan kondusivitas...