Stasiun-Stasiun Heritage di Daop 1 Jakarta Jadi Destinasi Favorit Pegiat Sejarah Lokal dan Mancanegara

Date:

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mencatat meningkatnya kunjungan para pegiat sejarah, peneliti, komunitas heritage, serta wisatawan — baik lokal maupun mancanegara — ke sejumlah stasiun dan fasilitas perkeretaapian bersejarah. Stasiun-stasiun ikonik seperti Jakarta Kota, Tanjung Priok, Bogor, Jatinegara, Manggarai, hingga Sukabumi menjadi lokasi yang paling banyak dikunjungi karena menyimpan jejak perkembangan perkeretaapian Indonesia sejak masa kolonial.

Bangunan-bangunan tersebut tidak hanya memiliki wajah stasiun yang masih asli dan terawat, tetapi juga menyimpan kekayaan arsitektur khas Hindia Belanda serta peranan penting dalam sejarah transportasi nasional. Seluruh stasiun tersebut telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (heritage) yang dilindungi kelestariannya oleh pemerintah.

Antusiasme pengunjung tidak hanya datang dari turis domestik, namun juga wisatawan dari berbagai negara yang mengikuti tur sejarah yang digelar berbagai komunitas dan lembaga. Beberapa di antaranya yaitu:

1. Jakarta Good Guide (JGG);

2. Wisata Kreatif Jakarta;

3. Jalan Pagi Sejarah;

4. Yayasan Sahabat Museum;

5. Walk Indies;

6. Para akademisi sejarah dari berbagai perguruan tinggi;

7. Komunitas Pecinta Kereta Api (Railfans).

Selain stasiun, bangunan operasional seperti Gardu Listrik Aliran Atas (LAA) Depok juga menjadi magnet bagi pecinta sejarah. Gardu berusia puluhan tahun ini memiliki nilai historis yang tinggi karena menjadi bagian penting dalam sistem kelistrikan kereta api dan masih mempertahankan bentuk arsitektur lamanya sehingga kerap dijadikan objek kajian, fotografi, hingga tur edukasi.

Manager Hukum Daop 1 Jakarta sekaligus Pejabat yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Manager Humas Daop 1 Jakarta, Detty Nurfatma Kusumah, menjelaskan bahwa KAI Daop 1 Jakarta menyambut positif aktivitas komunitas sejarah selama tetap mengedepankan keselamatan dan tidak mengganggu operasional stasiun.

“Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi, tidak hanya dari pegiat sejarah lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara yang tertarik mempelajari sejarah perkeretaapian Indonesia melalui stasiun-stasiun heritage. Ketertarikan ini menunjukkan bahwa bangunan-bangunan tersebut bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan warisan budaya yang bernilai edukatif,” ujar Detty.

Ia menambahkan bahwa KAI Daop 1 Jakarta terus memastikan bangunan-bangunan bersejarah itu tetap terjaga keasliannya.

“Kami berkomitmen menjaga kelestarian bangunan heritage melalui pemeliharaan berkelanjutan. Kami juga mengimbau para pengunjung untuk menjaga ketertiban, mematuhi aturan, serta menghormati area terbatas demi keamanan bersama,” jelasnya.

KAI Daop 1 Jakarta berharap kehadiran stasiun-stasiun heritage dan bangunan bersejarah lainnya dapat menjadi ruang edukasi publik, memperkaya wawasan sejarah perkeretaapian, sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap perjalanan panjang transportasi kereta api di Indonesia.

“Bagi para pelanggan KA, yang ingin mengunjungi stasiun-stasiun bersejarah di wilayah Jakarta, Bogor dan Sukabumi, jangan pernah ragu lagi, segera pesan tiket perjalanan Anda mulai sekarang,” pungkas Detty

Untuk informasi lebih lanjut, terkait pembelian dan ketersediaan tiket kereta api pelanggan dapat menghubungi Contact Center 121, WhatsApp KAI 0811-222-33-121, atau memantau media sosial resmi KAI.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Populer

Mungkin Anda Suka
Related

Holding Perkebunan Nusantara Dukung Indonesia Emas 2045 lewat Program “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”

Tanah Grogot – Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN...

Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan

Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026....

Rayakan Momen Kebersamaan dengan Mobil Baru, BRI Finance Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3,35%

Jakarta, 6 Maret 2026 – Ramadan selalu menghadirkan...