PT Affan Technology Indonesia Hadir sebagai Stakeholder Industri dalam Review Kurikulum Prodi Kewirausahaan Universitas Jambi

Date:

PT Affan Technology Indonesia (Parto.id) hadir di Universitas Jambi, dukung kurikulum yang lebih praktis dan adaptif untuk siapkan mahasiswa menghadapi dunia nyata. Dengan usulan pentingnya mata kuliah Manajemen Rantai Pasok, Parto.id siap berkolaborasi memperkuat inovasi dan ekonomi berbasis UMKM serta digitalisasi generasi muda.

Jambi, 25 Juni 2025 — PT Affan Technology Indonesia (Parto.id) diwakili oleh Direktur Human Capital, Legal & General Affairs, Rice Yogina turut hadir selama 2 hari berturut-turut, 25-26 Juni 2025 sebagai Stakeholder Industri dalam Focus Group Discussion (FGD) Review Kurikulum Prodi Kewirausahaan Universitas Jambi dan FGD Visi Misi Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJA Tahun 2025.

“Terima kasih atas undangan dan kepercayaan kepada kami sebagai mitra industri. Kami hadir tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai pihak yang menyerap dan menilai kesiapan lulusan dalam ekosistem dunia nyata, baik di sektor swasta, UMKM, hingga B2G. Ini adalah momentum penting untuk membangun sinergi kurikulum yang tidak hanya relevan, tetapi juga visioner.” ujar Rice Yogina.

Ia menekankan pentingnya kurikulum yang praktis, adaptif, dan visioner. Kurikulum prodi kewirausahaan idealnya tidak kaku, tetapi lentur dan cepat beradaptasi terhadap dinamika industri, dari digitalisasi UMKM, logistik, pengadaan, sampai e-commerce. Mahasiswa bukan hanya belajar bisnis, tapi belajar bagaimana menghadapi pasar yang berubah cepat.

“Mahasiswa kewirausahaan dipersiapkan bukan hanya untuk bekerja, tapi untuk membuka lapangan kerja. Maka kurikulumnya harus memberi ruang kreativitas, eksperimen dan bahkan kegagalan yang terukur,” tambah Rice.

Di hari ke-2 , Rice Yogina ikut memberikan masukan tentang pentingnya mata kuliah Manajemen Rantai Pasok yang merupakan fondasi penting dalam memahami bagaimana aliran barang, jasa, informasi, dan keuangan bergerak secara efisien dari hulu ke hilir. “Dalam konteks kami sebagai perusahaan Business to Government (B2G), manajemen rantai pasok bukan hanya penting, namun menjadi tulang punggung keberhasilan operasional dan keberlanjutan bisnis. Sehingga dalam forum ini perlu kami usulkan agar Mata Kuliah Manajemen Rantai Pasok bisa menjadi Mata Kuliah Wajib dan bukan Mata Kuliah Pilihan.” lanjut Rice Yogina.

PT Affan Technology Indonesia menyambut baik peluang kolaborasi lanjutan untuk membekali mahasiswa dengan koneksi dunia nyata, termasuk pengalaman di sektor B2G, transformasi ekonomi daerah berbasis UMKM, digitalisasi dan keberdayaan generasi muda.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Populer

Mungkin Anda Suka
Related

KA Harina Tertemper Mobil di Jalur KA antara Stasiun Brumbung – Alastua, KAI Imbau Masyarakat Lebih Peduli Keselamatan

Minggu, 15 Februari 2026, perjalanan KA Harina relasi Surabaya...

KPB Wajibkan Kontraktor Segera Selesaikan Hak Pekerja Subkontraktor

Menanggapi aksi penyampaian aspirasi pekerja subkontraktor di proyek RDMP...

Hingga Hari Ketiga Libur Tahun Baru Imlek 2577, Penumpang KA di Divre III Palembang Capai 16.685 Orang

Palembang, 15 Februari 2026 – Memasuki hari ketiga...

JackOne Band: Harmoni Nada, Harmoni Prestasi

JackOne Band kumpulan dari BRIliaN Region 6/Jakarta 1...