Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Soroti Potensi Rebound ke 4.215

Date:

Harga emas kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe H1 mulai menunjukkan indikasi pembentukan Swing Low setelah sebelumnya mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya rebound apabila area support mampu dipertahankan.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat bahwa pergerakan harga emas pada timeframe H1 mulai menunjukkan perubahan momentum. Setelah mengalami tekanan hingga area sekitar 4.110, harga emas membentuk rejection dan mulai bergerak membangun Swing Low yang berpotensi menjadi support baru. Menurut analisis Dupoin Futures, selama area support tersebut mampu bertahan, emas masih memiliki peluang untuk bergerak naik menuju area resistance 4.202–4.215.

Analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa area resistance 4.202–4.215 menjadi level penting yang perlu diperhatikan dalam perdagangan emas berikutnya. Apabila harga mampu bergerak menuju area tersebut, pelaku pasar dapat mencermati respons harga untuk melihat apakah momentum bullish berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual.

Sebaliknya, apabila harga emas gagal mempertahankan Swing Low yang terbentuk pada timeframe H1, peluang pelemahan lanjutan tetap terbuka. Karena itu, Dupoin Futures menilai level support menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan rebound emas dalam jangka pendek.

Dari sisi fundamental, harga emas masih menghadapi tekanan dari kenaikan imbal hasil US Treasury dan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang relatif ketat. Reuters melaporkan bahwa emas sempat turun hingga sekitar US$4.110 per troy ounce pada 28 September, terendah sejak awal Agustus, ketika kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi. Dolar AS dan imbal hasil Treasury yang meningkat turut menjadi tekanan bagi aset non-yielding seperti emas.

Federal Reserve sebelumnya menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%-4,00% pada September. Namun, komentar terbaru Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menunjukkan bahwa bank sentral masih memiliki waktu untuk mengevaluasi data sebelum menentukan langkah kenaikan berikutnya. Perubahan ekspektasi tersebut membuat pasar kembali mencermati data inflasi dan ketenagakerjaan AS sebagai indikator penting arah kebijakan The Fed.

Bagi Dupoin Futures, kombinasi antara kondisi teknikal dan fundamental tersebut membuat pergerakan emas masih berpotensi volatil. Dari sisi teknikal, terbentuknya Swing Low memberikan peluang rebound menuju resistance 4.202–4.215. Namun, tekanan dari dolar AS dan imbal hasil Treasury tetap menjadi risiko yang dapat membatasi kenaikan emas.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu memperhatikan kemampuan harga bertahan di atas support sebelum mengantisipasi kelanjutan penguatan. Dengan demikian, berdasarkan analisis Dupoin Futures, emas berpeluang melanjutkan rebound apabila support bertahan, dengan area 4.202–4.215 menjadi resistance penting yang perlu diuji.

Pergerakan harga selanjutnya tetap akan dipengaruhi perkembangan kebijakan Federal Reserve, data ekonomi Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, imbal hasil Treasury, serta perkembangan geopolitik global. Dupoin Futures menilai kombinasi faktor tersebut dapat menjaga volatilitas emas tetap tinggi dalam perdagangan jangka pendek.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Populer

Mungkin Anda Suka
Related

Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan USDJPY di Tengah Risiko Intervensi Jepang

Pergerakan USDJPY masih menjadi perhatian pasar valuta asing...

Harga Minyak WTI Hari Ini Berpotensi Turun, Ini Analisis Dupoin Futures

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak...

Trump Dorong Self-Regulation AI, Bos Teknologi AS Sepakati Komitmen Keselamatan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumpulkan sejumlah pemimpin...

Moladin Hadirkan Program Sewa Kepemilikan Mobil Listrik untuk Driver Online

Jakarta, 30 September 2026 — Moladin, platform layanan teknologi...