Penopang Irigasi Premium Bagi Lahan Pertanian, Kementerian PU Segera Tuntaskan Bendungan Jragun

Date:

Semarang, Jawa Tengah, 12 Agustus 2025 – Pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, terus dikebut dan kini progresnya telah mencapai 87,8% per 10 Agustus 2025. Proyek strategis nasional yang ditargetkan rampung pada September 2026 ini dirancang untuk mengemban tiga fungsi vital: menopang ketahanan pangan melalui irigasi, menjamin ketersediaan air baku, dan mengendalikan potensi banjir di wilayah sekitarnya.

Fungsi utama
bendungan ini adalah sebagai penopang “irigasi premium” bagi lahan
pertanian seluas 4.528 hektare di Kabupaten Demak dan Grobogan. Menteri
Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan, dengan suplai air yang terjamin,
produktivitas pertanian diharapkan meningkat secara signifikan.

“Bendungan
ini kita sebut sebagai irigasi premium, jadi kalau ada bendungan, ada
irigasinya, kita bisa mengharapkan 3 kali tanam,” kata Menteri Dody.

Selain untuk
pertanian, Bendungan Jragung juga akan menjadi sumber air baku andalan dengan
kapasitas total 1.000 liter per detik. Pasokan ini akan didistribusikan ke tiga
wilayah, yaitu Kota Semarang sebesar 400 liter/detik, Kabupaten Grobogan 250
liter/detik, dan Kabupaten Demak 350 liter/detik.

Tidak kalah
penting, infrastruktur ini berfungsi sebagai pengendali banjir yang akan
melindungi area seluas 3.858 hektare dari luapan air saat musim penghujan,
sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Proyek yang
dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sejak Oktober
2020 ini dijadwalkan akan memulai proses penggenangan (impounding) pada Juli
2026. Dengan kapasitas tampung mencapai 90 juta meter kubik dan luas genangan
451 hektare, bendungan ini diharapkan dapat mendorong produktivitas pertanian
melalui pola tanam Padi-Padi-Palawija, seperti yang diungkapkan oleh Kepala
BBWS Pemali Juana, Sudarto.

Ke depan,
Bendungan Jragung juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik
Tenaga Surya (PLTS) sebesar 90 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro
(PLTMH) sebesar 1,4 MW.

Penyelesaian
Bendungan Jragung menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun
infrastruktur multifungsi Ke depan, Bendungan Jragung juga berpotensi untuk
dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 90 MW dan
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,4 MW.

Penyelesaian
Bendungan Jragung menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun
infrastruktur multifungsi untuk kemakmuran rakyat yang tidak hanya mendukung
sektor pertanian, tetapi juga menyediakan air bersih bagi warga dan melindungi
masyarakat dari bencana, selaras dengan tiga tujuan utamanya.uk yang tidak
hanya mendukung sektor pertanian, tetapi juga menyediakan air bersih bagi warga
dan melindungi masyarakat dari bencana, selaras dengan tiga
tujuan utamanya.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

Artikel ini juga tayang di vritimes

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Populer

Mungkin Anda Suka
Related

Belajar Price Action: Cara Memahami Psikologi Pasar Lewat Candlestick

Dalam dunia trading, banyak trader mencoba memprediksi arah...

Bandara Perintis Papua Kembali Kondusif, Kepala Staf Kogabwilhan III Pastikan Aktivitas Masyarakat Segera Normal

Kepala Staf Kogabwilhan III Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto...

Pangkogabwilhan III Pastikan Bandara Perintis di Papua Kembali Aman dan Siap Beroperasi

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi memastikan 11 bandara...

Mudahkan Download Aplikasi, Platform APKRaya Resmi Diluncurkan sebagai Solusi Alternatif Pengguna Android & iOS

Summary: Peluncuran Resmi APKRaya APKRaya (bagian dari idntheme.com) resmi hadir...