Semarang, 29 November 2025 – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung progres pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 (Kaligawe–Sayung), Kamis (27/11/2025). Kunjungan dilakukan untuk memastikan pekerjaan pembangunan jalan tol yang sekaligus berfungsi sebagai penanganan banjir rob yang selama ini mengganggu konektivitas serta aktivitas industri di koridor Kaligawe, Terboyo, hingga Sayung.
Menteri Dody menegaskan bahwa proyek Jalan Tol Semarang-Demak
Seksi 1 sepanjang 10,64 km ini memiliki peran penting. Infrastruktur jalan ini
dirancang terintegrasi dengan Tanggul Laut dan sistem polder. Oleh karena itu,
selain berfungsi memperkuat konektivitas antarwilayah, jalan tol ini juga
menjadi solusi strategis penanganan banjir rob yang kerap melanda kawasan
tersebut.
Kementerian PU melakukan upaya pengendalian banjir rob di kawasan
Kaligawe-Terboyo-Sayung secara paralel dengan penyelesaian konstruksi jalan
tol, pembangunan kolam retensi, rumah pompa, dan sodetan Sayung.
“Pengendalian rob Kaligawe terus kita kerjakan, memang
sekarang masih belum selesai, dan ini saya lihat langsung progresnya,”
ujar Menteri Dody di sela-sela peninjauan.
Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi Kaligawe–Sayung terus
dipercepat guna mendukung pengendalian banjir rob di kawasan Kaligawe dan
sekitarnya. Berdasarkan
data per 24 November 2025, progres konstruksi secara keseluruhan telah
mencapai 58,31%. Pekerjaan ini terbagi dalam tiga paket dengan
rincian capaian sebagai berikut:
Paket 1A: Mencatat realisasi progres sebesar 81,18%.Paket
1B: Telah mencapai 55,39%.Paket
1C: Mencapai 45,82%.
Seluruh paket pekerjaan menunjukkan
percepatan signifikan, khususnya pada pekerjaan struktur, tanggul laut, dan
fasilitas utama pendukung sistem polder. Saat ini, infrastruktur pendukung
berupa tanggul laut yang terintegrasi dengan jalur tol telah tersambung
sepenuhnya.
Selain mengandalkan tol yang terintegrasi
tanggul laut, Kementerian PU juga melakukan langkah taktis penanganan banjir
rob melalui penyiapan mobile pump (pompa bergerak) di sejumlah
titik rawan genangan di Kaligawe dan Sayung.
Kementerian PU juga tengah membangun sistem
pengendali banjir Tenggang–Sringin Tahap 1. Sistem ini terdiri dari pembangunan
enam rumah pompa dengan kapasitas total 81 m³/detik dan tanggul sungai
sepanjang 10,53 km. Fasilitas ini nantinya akan menjadi penguat utama bagi
sistem polder Tanggul Laut Semarang–Demak.
Secara keseluruhan, infrastruktur ini
diproyeksikan mampu mereduksi banjir pada area seluas 4.429 hektare dan
melindungi sekitar 254.546 jiwa penduduk di Kecamatan Pedurungan, Gayamsari,
dan Genuk.
Dengan progres yang berjalan sesuai rencana
percepatan, Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 ditargetkan dapat beroperasi penuh
pada April 2027. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi permanen terhadap
masalah genangan rob sekaligus meningkatkan kelancaran arus logistik di jalur
Pantura.
“Kita ingin pastikan progres di lapangan
berjalan baik. Tol ini bukan hanya infrastruktur transportasi, tetapi tameng
utama kita terhadap rob di Semarang,” jelas Menteri Dody.
Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo
Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#SetahunBerdampak
Artikel ini juga tayang di vritimes

