Jakarta, 4 Juni 2026 – PT SUCOFINDO (PERSERO) bersama PT Reska Multi Usaha (KAI Services) mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di Stasiun Gambir, Jakarta, sebagai upaya mendukung penguatan tata kelola lingkungan berkelanjutan dan pengurangan timbulnya sampah di kawasan transportasi publik (21/5).
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara SUCOFINDO, KAI Services, dan mitra pengelola lingkungan. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Komersial PT SUCOFINDO (PERSERO) Agus Permadi yang mewakili Direktur Utama SUCOFINDO bersama Direktur Utama KAI Services Krisna Arianto, serta disaksikan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Diaz Hendropriyono.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai sejalan dengan implementasi Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/BPLH Nomor 2648 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Sampah di Kawasan Permukiman, Kawasan Industri, Kawasan Komersial, dan Kawasan Khusus.
“Program Waste Management KAI yang dimulai hari ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekosistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam pengurangan sampah, pengelolaan sampah dari saya ingin menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan,” tutur Diaz Hendropriyono.
“Semoga program ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan implementasi ESG di lingkungan transportasi nasional,” tegas Diaz Hendropriyono.
Dalam kerja sama ini, PT SUCOFINDO (PERSERO) akan mendukung penyusunan Rencana Pengelolaan Sampah Kawasan (RPSK) melalui kegiatan Waste Management Assessment. Kajian tersebut bertujuan memetakan kondisi eksisting, potensi timbulnya sampah, serta peluang optimalisasi pengelolaan sampah di lingkungan Stasiun Gambir.
Direktur Komersial PT SUCOFINDO (PERSERO) Agus Permadi mengatakan, sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) berperan dalam memastikan sistem pengelolaan sampah yang disusun telah sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Lebih lanjut Direktur Komersial PT SUCOFINDO (PERSERO) Agus Permadi menjelaskan bahwa penyusunan pengelolaan sampah yang komprehensif ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kinerja lingkungan kawasan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional.
“Penyusunan Rencana Pengelolaan Sampah Kawasan (RPSK) dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh terhadap kondisi eksisting, potensi timbulnya serta peluang optimalisasi pengelolaan sampah di lingkungan Stasiun Gambir yang dikelola oleh KAI Services,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendukung pencapaian target keberlanjutan nasional. “Kami percaya bahwa melalui kolaborasi erat dari berbagai pihak, serta dukungan SUCOFINDO sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), upaya pencapaian Net Zero Emission di Indonesia dapat terwujud secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Agus Permadi.
Pernyataan tersebut selaras dengan yang disampaikan Direktur Utama KAI Services Krisna Arianto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi layanan perkeretaapian yang tidak hanya berorientasi pada kualitas operasional, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
“Program Waste Management Terintegrasi ini merupakan wujud komitmen KAI Group dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang modern dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Stasiun Gambir menjadi langkah awal untuk membangun model pengelolaan sampah yang terukur, terintegrasi, dan dapat direplikasi di stasiun-stasiun lainnya,” ujar Krisna.
Program ini juga diharapkan dapat mendukung agenda pengurangan emisi karbon melalui penurunan emisi CO₂, peningkatan kualitas lingkungan stasiun, serta terciptanya area pelayanan publik yang lebih bersih dan nyaman bagi pengguna jasa kereta api.
Artikel ini juga tayang di vritimes

