Kementerian PU Sosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Merdeka Pendidikan Dengan Sekolah Rakyat,

Date:

Jakarta, 8 Agustus 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dibawah pimpinan Menteri Dody Hanggodo melaksanakan kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Handayani, yang berada di Bambu Apus, Jakarta Timur.

Direktur
Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Bisma Staniarto,
mengajak seluruh siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Handayani untuk
ikut merasa memiliki dan merawat fasilitas sekolah. Ajakan ini ia sampaikan
agar bangunan sekolah yang baru saja didirikan oleh Kementerian PU dapat terus
terjaga dengan baik dan memiliki umur yang panjang.

Pesan penting
ini disampaikan Bisma Staniarto di sela-sela kegiatan “Sosialisasi
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat” yang digelar di kampus SRMP 6 Handayani,
Bambu Apus, Jakarta Timur, pada Jumat (8/8/2025).

Selain
menitipkan pesan untuk menjaga fasilitas, Bisma menjelaskan bahwa kegiatan
sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran para siswa akan pentingnya
kebersihan sebagai bagian dari pembentukan generasi unggul. Kegiatan ini juga
menjadi bagian dari rangkaian Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80.

“Kegiatan
sosialisasi ini mengajarkan para siswa untuk memilah sampah berdasarkan
golongannya, mulai dari sampah organik, anorganik, dan sampah dari Bahan
Beracun dan Berbahaya (B3). Selain itu, para siswa juga diajarkan untuk
mempraktikkan secara langsung cara cuci tangan yang baik dan benar,” terang
Bisma.

Dukungan
terhadap pesan ini juga datang dari Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP)
Kementerian PU, Irma Dody Hanggodo. Ia berharap pihak pengelola sekolah dapat
terus mengingatkan para siswa agar pesan untuk merawat lingkungan sekolah dapat
menjadi budaya sehari-hari.

Sebagai
informasi, SRMP 6 Handayani merupakan salah satu Sekolah Rakyat Tahap I yang
telah selesai dibangun oleh Kementerian PU dan mulai dimanfaatkan pada 14 Juli
2025 lalu. Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 1 hektare ini memiliki 3
rombongan belajar (rombel) yang dapat menampung 75 siswa, serta dilengkapi dua
asrama berkapasitas total 40 kamar.

Ajakan Direktur
Jenderal Prasarana Strategis, Bisma Staniarto, untuk menjaga aset sekolah
menjadi penekanan utama dalam kegiatan sosialisasi, sebagai fondasi untuk
membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga
peduli dan bertanggung jawab terhadap fasilitas publik.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

Artikel ini juga tayang di vritimes

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Populer

Mungkin Anda Suka
Related

BRI Region 6 Hadir di Media Gathering Bersama Media Partner

BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan Media...

Lintasarta dan OpenClaw Perkuat Ekosistem Agentic AI untuk Percepat Transformasi Industri Indonesia

Perkembangan Agentic AI atau AI Agents semakin mendapat...

Dianggap Suami Idaman, Regi Datau Terbang Lintas Negara demi Kejutan Anniversary untuk Ayu Dewi

Berpegang pada prinsip “Happy Wife, Happy Life”, Regi Datau...

Lebih dari Sekadar Kipas: Bagaimana Generasi Baru Perangkat Pendingin Portabel Meningkatkan Standar

JISULIFE Ultra 2 digambarkan sebagai “it-item” (simbol gaya hidup)...