Jakarta, 23 Oktober 2026 – FLOQ dan Telkomsel menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki potensi integrasi layanan aset digital FLOQ ke dalam ekosistem seluruh aplikasi yang dikembangkan Telkomsel untuk pelanggan. Penandatanganan dilakukan pada 22 Oktober 2026 dalam rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta.
WCCE merupakan forum internasional yang diinisiasi Indonesia pada 2018 untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, kreator, dan pemangku kepentingan dalam membahas peluang serta tantangan ekonomi kreatif global. Memasuki penyelenggaraan kelima, WCCE 2026 mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”, dengan fokus pada penguatan kolaborasi lintas negara dan pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif serta berkelanjutan. Forum ini juga menjadi wadah untuk merumuskan Jakarta Vision on Creative Economy sebagai kontribusi Indonesia terhadap agenda ekonomi kreatif global.
Jajaki Integrasi Layanan dan Ekosistem Digital
Melalui MoU tersebut, kedua perusahaan akan mengeksplorasi sejumlah peluang kerja sama, termasuk potensi integrasi layanan FLOQ ke seluruh aplikasi yang dikembangkan Telkomsel untuk pelanggan, pengembangan konsep Mini Trade bagi pengguna pemula, serta kemungkinan pemanfaatan Telkomsel POIN untuk saldo atau voucher terkait layanan FLOQ.
Penjajakan juga mencakup pemasaran bersama dan pemanfaatan jaringan distribusi Telkomsel untuk mendukung pengembangan ekosistem layanan digital. Berbagai peluang tersebut akan dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan dan kesiapan implementasi.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk mendekatkan aset digital kepada masyarakat melalui ekosistem yang sudah mereka kenal.
“Kolaborasi ini bertujuan menjajaki bagaimana akses aset digital yang teregulasi dapat semakin terhubung dengan layanan digital yang digunakan masyarakat Indonesia setiap hari. Telkomsel memiliki jangkauan yang luar biasa dan ekosistem yang kuat, sementara FLOQ menghadirkan infrastruktur, kapabilitas produk, serta edukasi yang dibutuhkan agar aset digital lebih mudah diakses dan dipahami,” kata Yudho.
Chief Sales Officer Telkomsel, Stanislaus Susatyo, mengatakan penjajakan bersama FLOQ menjadi bagian dari upaya Telkomsel memperluas manfaat ekosistem digitalnya bagi pelanggan.
“Dengan semangat melayani sepenuh hati, Telkomsel berkomitmen memperkuat ekosistem digital Indonesia yang inklusif dengan menghubungkan pelanggan dengan layanan yang relevan melalui kolaborasi strategis. Bersama FLOQ, kami menjajaki integrasi yang mulus agar layanan FLOQ lebih mudah diakses pelanggan melalui ekosistem digital Telkomsel, sehingga menghadirkan manfaat yang berarti bagi pelanggan dan masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Stanislaus.
Edukasi dan Kepatuhan Jadi Fokus
FLOQ merupakan platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, 2 juta unduhan aplikasi, serta akses ke lebih dari 100 aset digital. Sementara itu, Telkomsel, yang berdiri sejak 1995, terus mengembangkan layanan konektivitas dan digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya.
Hingga Semester I 2026, Telkomsel melayani lebih dari 153,5 juta pelanggan. Memasuki usia ke-31 tahun, perusahaan memperkuat perannya sebagai digital ecosystem enabler dengan menghadirkan layanan bernilai tambah yang relevan bagi masyarakat, termasuk melalui ekosistem aplikasi yang dikembangkannya.
Melalui nota kesepahaman (MoU) ini, FLOQ dan Telkomsel menjajaki berbagai peluang kolaborasi untuk memperluas manfaat bagi pelanggan, mendukung pengembangan ekosistem layanan digital, serta mengeksplorasi potensi integrasi layanan. Kedua perusahaan juga akan menjajaki inisiatif edukasi dan literasi aset digital guna membantu masyarakat memahami karakteristik, potensi pemanfaatan, dan risiko yang menyertainya.
MoU ini masih berada pada tahap penjajakan awal dan tidak menandai peluncuran layanan aset digital di seluruh aplikasi yang dikembangkan Telkomsel untuk pelanggan. Ruang lingkup kerja sama dan rencana implementasi akan dibahas lebih lanjut berdasarkan kesepakatan kedua pihak, kesiapan implementasi, serta pemenuhan persyaratan regulator, termasuk ketentuan OJK yang berlaku.
Artikel ini juga tayang di vritimes

