Jakarta (17/10), PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaannya untuk memperluas pasar hingga tingkat internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui fasilitasi lima UMKM binaan untuk berpartisipasi dalam The 41st Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
Partisipasi tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Jasa Marga untuk memperkuat ekosistem UMKM yang inklusif dan berdaya saing. Lima UMKM binaan yang difasilitasi berasal dari sektor kerajinan, yakni Batik Saenadhilah, Batik Pekalongan, Batik Giat Mandiri, Batik Koja Authentic, dan La Jaya Leather.
TEI 2026 mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing” dan menjadi wadah bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas akses pasar serta membangun kemitraan bisnis dengan mitra mancanegara. Pameran ini turut menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, antara lain business matching, konsultasi bisnis, dan forum bisnis.
Acara pembukaan TEI 2026 ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir. Adapun pameran secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang hadir mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa fasilitasi ini merupakan bentuk pendampingan berkelanjutan.
“Jasa Marga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing. Melalui fasilitasi dalam kegiatan-kegiatan pameran, kami ingin memberikan kesempatan kepada UMKM binaan untuk memperkenalkan produk unggulannya, memperluas jejaring bisnis internasional, serta menunjukkan bahwa produk lokal memiliki potensi untuk bersaing di pasar global,” ujar Rivan.
Dalam sambutan pembukaan, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan kinerja ekspor Indonesia pada periode Januari–Agustus 2026. Untuk memperluas akses pasar ekspor, Kementerian Perdagangan juga mendorong program Dari Lokal untuk Global, salah satunya melalui fasilitasi pertemuan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan calon pembeli dari luar negeri.
Salah satu UMKM binaan yang mengikuti TEI 2026 adalah Batik Giat Mandiri asal Surabaya, yang dikelola oleh Musrifah dan telah menjadi mitra binaan Jasa Marga sejak 2019. Musrifah mengaku antusias dengan kesempatan ini.
“Senang sekali bisa difasilitasi Jasa Marga untuk tampil di TEI 2026. Ini pertama kalinya saya bisa bertemu langsung dengan calon pembeli dari luar negeri. Semoga batik kami bisa tembus pasar ekspor. Terima kasih Jasa Marga yang sudah membina kami dari pelatihan sampai kami bisa pameran internasional ini,” ujar Musifah.
Rivan menambahkan bahwa keikutsertaan UMKM binaan dalam pameran internasional ini sejalan dengan penerapan fungsi Social-Economic Multiplier Perseroan, yaitu upaya mendorong terciptanya manfaat ekonomi yang lebih luas melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha lokal.
“Bagi Jasa Marga, pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada keikutsertaan pameran semata, melainkan merupakan proses pendampingan berkelanjutan untuk mendorong pelaku usaha lokal naik kelas. Kami berharap mitra binaan dapat membuka peluang kemitraan bisnis jangka panjang serta memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Rivan.
Melalui program TJSL, Jasa Marga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM binaan melalui pendampingan dan perluasan akses pasar. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk lokal, mendorong kemandirian pelaku usaha, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Artikel ini juga tayang di vritimes

