Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran

Date:

Jakarta, 25 Maret 2026 – Tren positif kembali menghampiri pasar komoditas global yang kini merambah kuat ke sektor aset digital, di mana harga emas dunia terpantau mulai menunjukkan pemulihan signifikan setelah sempat mengalami tekanan. Bertepatan dengan ini, Bittime juga mencatatkan kenaikan harga aset kripto berbasis emas yakni Tether Gold ($XAUT) hingga mencapai 4,23% (25 Maret 2026).

Sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun dari laporan Readers.id harga emas pada perdagangan Selasa (24/3/2026) melonjak sebesar 1,54% ke level $4.473,59 per troy ons. Ini mengakhiri tren penurunan sembilan hari berturut-turut yang sempat menggerus nilai emas hingga 15%.

Kenaikan harga di pasar aset fisik tersebut turut terjadi pada instrumen aset kripto yang dipatok 1:1 pada harga logam mulia. Mengutip data internal dari Bittime, aset kripto berbasis emas yakni Tether Gold ($XAUT) tersebut dalam beberapa hari terakhir tercatat mengalami kenaikan volume perdagangan harian hingga 2-3x pada platformnya.

Sentimen positif ini tidak hanya terbatas pada emas, namun juga merambah ke aset perak digital yaitu Silver Token ($SLVON) yang juga mengalami lonjakan volume perdagangan harian hingga 5x. Hal ini mencerminkan sentimen investor yang kini semakin melirik perak digital sebagai alternatif diversifikasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh isu energi dan inflasi di Selat Hormuz.

Kedua aset tersebut dapat diakses dan diperdagangkan melalui platform Bittime. Di mana, saat ini Bittime menyediakan fitur flexible staking dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 10% APY bagi pengguna baru.

Bersama ini, sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia.

Namun, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga dan risiko likuiditas yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap investor untuk terus melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan investasi.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Populer

Mungkin Anda Suka
Related

Zentara Dorong Perusahaan Beralih dari Pengujian Keamanan Berkala ke Pendekatan Proaktif

JAKARTA, INDONESIA – Oktober 2026 – Perubahan infrastruktur...

ION Build Dorong Startup dan Pelaku Bisnis Manfaatkan Open Network untuk Perluas Konektivitas Digital

JAKARTA — Indonesia Open Network (ION) bersama Garuda...

Punya Simpanan Sejak Lama, Kapan Reksa Dana Bisa Dicairkan?

Reksa dana bisa menjadi salah satu pilihan investasi...

IRGCE 2026 CONCLUDES WITH STRONG INTERNATIONAL PARTICIPATION AND BUSINESS PROSPECTS

Post-event feedback indicated potential business sales of more than...