Jakarta, 10 Juni 2026 — Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya tekanan jual di pasar kripto global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan Bitcoin memasuki Juni 2026. FLOQ menilai bahwa peluang pemulihan pasar dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada meredanya tensi global dan stabilitas arus modal di pasar aset digital. Sentimen pasar berubah setelah Iran menangguhkan perundingan melalui mediator dengan Amerika Serikat dan kembali melontarkan ancaman penutupan Selat Hormuz. Kondisi ini memicu kenaikan harga energi dan memperkuat sentimen risk-off yang mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Di saat yang sama, pasar kripto juga menghadapi tekanan dari perpindahan lebih dari 10.000 BTC yang terkait dengan estate Mt. Gox, serta arus keluar (outflow) ETF kripto di Amerika Serikat yang mencapai lebih dari 1,1 miliar dolar AS dalam sepekan. Kombinasi faktor tersebut mendorong pergerakan harga Bitcoin turun dari level psikologis 70.000 dolar AS dan sempat menyentuh area 60.000 dolar AS. “Volatilitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin terhubung dengan dinamika makroekonomi dan geopolitik global....
K Mall kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup dan komunitas di kawasan Jakarta Pusat melalui kehadiran Ranch Market K Mall kembali memperkuat posisinya...
Perkembangan teknologi finansial telah membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat modern untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi dunia secara langsung. Salah satu instrumen finansial yang...
Pemegang saham restui buyback Rp4 triliun dan penyegaran Dewan Komisaris sebagai penopang akselerasi transformasi digital TelkomGroup. Jakarta, 8 Juni 2026 – PT Telkom Indonesia...