Lulusan Teknik Industri BINUS University Ini Wujudkan Mimpi Kuliah Lewat Beasiswa ASAK dan Kini Miliki Dua Outlet Laundry

Date:

Jakarta, 17 Juni 2025 — Bermula dari pertemuan sederhana di gereja, Richard Dimas Julian Murphiyanto binusian 2017 lulusan Faculty of Engineering BINUS University, kini menjadi sosok inspiratif yang berhasil mewujudkan mimpi kuliah dan membangun bisnis keluarga dari nol. Melalui program Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK) BINUS University, Richard membuktikan bahwa keterbatasan finansial bukanlah penghalang untuk menempuh pendidikan tinggi dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.

Richard pertama kali mengenal program ASAK saat diundang menghadiri sosialisasi “Ayo Kuliah” di Gereja Santo Thomas Rasul, Jakarta. Berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Richard sempat merasa pesimis untuk melanjutkan pendidikan. Namun, setelah mendapat dukungan beasiswa dari program ASAK BINUS University harapannya kembali menyala.

Saya memang sejak SMA punya keinginan untuk kuliah, tapi karena keterbatasan biaya, saya tidak terlalu berharap. Tapi setelah tahu ada program beasiswa BINUS University, rasanya seperti ada harapan baru yang terbuka,” ujar Richard.

Karena ketekunan dan semangatnya, Richard diterima di BINUS University dan menjadi orang pertama di keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana.

Tak berhenti di situ, semangat kewirausahaan yang ia dapatkan selama kuliah mendorongnya untuk mendirikan usaha laundry. Berbekal ilmu dari mata kuliah entrepreneurship dan teknik industri, serta dorongan untuk membantu keluarganya, Richard berhasil membuka dua outlet laundry yang kini menjadi sumber penghasilan utama keluarga.

Mama saya dulu bekerja sebagai tukang cuci gosok. Melihat beliau semakin lelah, saya ingin menciptakan usaha yang bisa menggantikan penghasilannya dan memberdayakan keluarga,” ungkapnya.

Pengalaman kuliah di BINUS University banyak memberikan bekal praktis bagi Richard dalam membangun bisnis, mulai dari menyusun rencana usaha, mengelola operasional, hingga membuat keputusan berdasarkan analisis teknis dan finansial.

Kepada para calon mahasiswa dan Binusian lainnya, Richard membagikan pesannya:

Dalam membangun karir, tiga hal harus selaras: networking, kemampuan akademis, dan softskill. Aktiflah di kampus dan manfaatkan setiap kesempatan untuk bertumbuh. Karena semua itu akan membentuk kita jadi pribadi yang siap bersaing dan memberi dampak.

Kisah Richard adalah cerminan nyata dari visi BINUS University dalam menciptakan lulusan yang empowered to innovate dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Melalui program-program beasiswa seperti ASAK dan pembelajaran entrepreneurship, 

BINUS University terus mendukung generasi muda untuk tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan berdampak bagi sesama.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Populer

Mungkin Anda Suka
Related

Distrokamera Perkuat Posisi sebagai Toko Kamera Terpercaya dengan Layanan Transparan, Buyback, dan Garansi All Risk

Jakarta, Indonesia – Distrokamera menegaskan komitmennya sebagai toko...

PTPP Catatkan Perolehan Kontrak Baru Rp2,76 Triliun pada Januari 2026, Tumbuh 120,8% YoY

Jakarta, 27 Februari 2026 – PT PP (Persero)...

Mudik Tanpa Cemas Soal Biaya, BRI Finance Siapkan Fasilitas Dana Tunai Aman di Tangan

Jakarta, 3 Maret 2026 – Ramadan selalu membawa...

LearningRoom dan Disdik Batola Evaluasi Program untuk 8.713 Siswa Aktif dan Rencana Student English Fest 2026

Disdik Batola menggelar evaluasi program pembelajaran LearningRoom bersama 40...