Melalui kunjungan ini, BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketersediaan pembiayaan KPR FLPP, memperkuat koordinasi dengan mitra penyalur, serta mendorong percepatan penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Bagi masyarakat yang berminat memiliki rumah pertama, informasi dan penyampaian minat kepemilikan rumah dapat diakses melalui tautan https://bit.ly/HunianPertamaTapera.
BANTEN, 1 November 2026 – BP Tapera terus memperkuat sinergi dengan pengembang dan bank penyalur guna mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, ke Perumahan Pondok Kalodran Permai 2, Banten.
Dalam kunjungan tersebut, Sid meninjau perkembangan pembangunan rumah subsidi sekaligus berdialog dengan Kepala Tim Marketing Perumahan Pondok Kalodran Permai 2, Iman, mengenai tingkat penjualan, kesiapan unit, serta target akad Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sepanjang 2026.
Iman menjelaskan bahwa perumahan yang dikembangkan di atas lahan seluas lima hektare tersebut memiliki total 460 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 unit telah terbangun, sementara sebanyak 450 unit dilaporkan telah terjual atau dipesan masyarakat.Tingginya permintaan tersebut terutama berasal dari kalangan pekerja kawasan industri, termasuk generasi milenial dan generasi Z yang membutuhkan hunian pertama dengan harga terjangkau.
“Kalau untuk penjualan, alhamdulillah sudah di angka 450 dari total 460 unit. Jadi kurang lebih tinggal 10 unit lagi. Makanya kami kejar pembangunannya karena penjualan lebih cepat dibanding pembangunan,” ujar Iman.Ia menambahkan, pengembang menargetkan sedikitnya 300 unit dapat melaksanakan akad KPR sepanjang 2026 melalui kerja sama dengan bank penyalur, antara lain BTN dan BSN.
Menanggapi hal tersebut, Sid menegaskan kesiapan BP Tapera dalam mendukung kebutuhan pembiayaan rumah subsidi. Ia mendorong pengembang mempercepat penyelesaian pembangunan agar tingginya permintaan masyarakat dapat segera diikuti dengan realisasi akad kredit.”Yang penting kualitas dijaga. Segera bangun terus. Jangan khawatir mengenai demand. Kami siap support untuk KPR-nya,” tegas Sid.
Dorongan percepatan pembangunan tersebut sejalan dengan capaian penyaluran KPR FLPP secara nasional. Berdasarkan data BP Tapera periode 1 Januari hingga 30 Oktober 2026, realisasi penyaluran KPR FLPP telah mencapai 194.360 unit rumah dengan nilai pembiayaan FLPP sebesar Rp24,22 triliun.Sementara itu, Provinsi Banten mencatat realisasi sebanyak 12.341 unit rumah dengan nilai pembiayaan FLPP mencapai Rp1,54 triliun, atau sekitar 6,35 persen dari total realisasi unit secara nasional.Khusus Kota Serang, realisasi KPR FLPP telah mencapai 3.838 unit rumah dengan nilai pembiayaan FLPP sebesar Rp461,27 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan kontribusi Banten dalam penyaluran pembiayaan rumah subsidi sekaligus menjadi momentum untuk terus memperkuat kolaborasi antara BP Tapera, pengembang, dan bank penyalur.Sid turut mengingatkan agar percepatan pembangunan tetap memperhatikan kualitas bangunan sehingga masyarakat memperoleh hunian yang layak, aman, dan nyaman.
Melalui kunjungan ini, BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketersediaan pembiayaan KPR FLPP, memperkuat koordinasi dengan mitra penyalur, serta mendorong percepatan penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Bagi masyarakat yang berminat memiliki rumah pertama, informasi dan penyampaian minat kepemilikan rumah dapat diakses melalui tautan https://bit.ly/HunianPertamaTapera.
Artikel ini juga tayang di vritimes

