Produksi Beton Precast Secara Efisien dan Ramah Lingkungan, Precast Plant WSBP Prambon Raih Sertifikat Standar Industri Hijau

Date:

Jakarta, September 2026 – Produk beton precast yang digunakan untuk membangun infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kualitas hasil akhirnya, tetapi juga oleh bagaimana produk tersebut dihasilkan. Menjawab kebutuhan industri konstruksi yang semakin memperhatikan efisiensi sumber daya dan aspek lingkungan, PT Waskita Beton Precast Tbk melalui Precast Plant WSBP Prambon meraih Sertifikat Standar Industri Hijau (SIH) dari Kementerian Perindustrian.

Pencapaian tersebut menandai penerapan proses produksi yang semakin terukur dalam penggunaan bahan baku, energi dan air, efisiensi proses, pengelolaan limbah, serta pengendalian emisi gas rumah kaca. Bagi pelanggan, penerapan ini memberikan nilai tambah dalam memperoleh produk beton yang dihasilkan melalui proses produksi yang memperhatikan efisiensi dan aspek lingkungan.

SIH merupakan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian sebagai acuan bagi industri dalam menerapkan prinsip industri hijau. Penerapannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, yang menempatkan Industri Hijau sebagai bagian dari pembangunan industri yang mengedepankan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Ketentuan tersebut kemudian dijabarkan secara lebih spesifik melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2025 tentang Standar Industri Hijau untuk Industri Beton Pracetak. Standar tersebut mencakup berbagai aspek dalam proses produksi, sehingga perhatian terhadap keberlanjutan tidak hanya berada pada produk yang dihasilkan, tetapi juga pada keseluruhan proses di baliknya.

Di Precast Plant WSBP Prambon, penerapan SIH berjalan berdampingan dengan sistem manajemen dan praktik operasional yang telah diterapkan. Precast Plant ini telah menerapkan ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018, serta mengoptimalkan penggunaan material dan energi dalam proses produksi.

Waskita Beton Precast juga memanfaatkan fly ash sebagai bahan baku alternatif serta penggunaan Biodiesel B40 sebagai bioenergi dalam kegiatan operasional. Pemanfaatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menggunakan sumber daya secara lebih efisien sekaligus memperhatikan aspek lingkungan dalam proses produksi beton.

Penerapan prinsip industri hijau tersebut berjalan seiring dengan efektivitas proses produksi. Precast Plant WSBP Prambon mencatat OEE sebesar 99,24% pada produk putar dan 94,93% pada produk non-putar. Efektivitas tersebut mendukung proses produksi yang optimal sehingga kebutuhan pelanggan terhadap produk beton dapat dilayani dengan proses yang semakin efisien dan konsisten.

Sementara dari aspek lingkungan, Waskita Beton Precast menerapkan pengelolaan air limbah dalam kegiatan operasional serta melakukan pengendalian terhadap emisi gas rumah kaca. Precast Plant WSBP Prambon mencatat intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 14,89 tCO₂eq per ton produk. Penerapan pengelolaan lingkungan tersebut menjadi bagian dari proses produksi yang tidak hanya memperhatikan output, tetapi juga penggunaan sumber daya dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

“Sertifikat Standar Industri Hijau memperkuat upaya kami untuk menghadirkan produk beton melalui proses produksi yang semakin efisien, terukur, dan memperhatikan aspek lingkungan. Bagi pelanggan, ini menjadi bagian dari nilai tambah yang kami hadirkan seiring dengan berkembangnya kebutuhan industri konstruksi terhadap produk dan proses yang semakin bertanggung jawab,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

Penerapan prinsip keberlanjutan Waskita Beton Precast juga diperluas hingga kegiatan di luar proses produksi. Melalui WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability, setiap 10 batang spun pile yang terkirim menjadi dasar untuk penanaman satu pohon baru. Dari pengiriman spun pile yang berasal dari Precast Plant WSBP Prambon, telah direalisasikan penanaman sebanyak 1.366 pohon, yang menjadi bagian dari total 10.482 pohon yang telah ditanam melalui program tersebut. Inisiatif ini menghubungkan aktivitas bisnis dengan upaya memberikan manfaat bagi lingkungan.

Bagi masyarakat dan industri konstruksi, penerapan prinsip industri hijau menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan. Karena itu, Waskita Beton Precast terus memperluas penerapan standar dan praktik produksi di seluruh unit produksinya, dengan tetap menjaga mutu produk, efisiensi proses, pengelolaan lingkungan, dan tata kelola perusahaan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Waskita Beton Precast untuk menghadirkan produk dan solusi beton yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pembangunan, tetapi juga dihasilkan melalui proses yang semakin efisien dan memperhatikan keberlanjutan.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Populer

Mungkin Anda Suka
Related

Jaga Kekayaan Mineral, Perkuat Kontribusi Bagi Negeri

JAKARTA — Indonesia memiliki kekayaan mineral yang melimpah,...

Panduan Membersihkan Kandang Kucing Dengan Benar

Kandang kucing adalah area paling krusial yang menentukan...

Cacco Menjalin Kemitraan Bisnis dengan Perusahaan AI Commerce Indonesia, bitbybit Studio

Cacco, Inc. (Kantor Pusat: Minato-ku, Tokyo; Presiden Direktur: Hiroyuki...