Jakarta – Setelah melewati perjalanan
akademik yang dipenuhi berbagai pengalaman internasional, Farih Muhammad
akhirnya resmi menjadi salah satu dari 4.758 lulusan dalam WISUDA-75 BINUS
University. Prosesi wisuda yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Jakarta
International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, menjadi penanda
berakhirnya perjalanan Farih sebagai mahasiswa Computer Science – Global Class,
BINUS @Alam Sutera, sekaligus awal untuk melanjutkan langkahnya di bidang
research dan teknologi.
Menurut Farih, setiap pengalaman tersebut
menjadi bagian penting yang membentuk dirinya hingga saat ini. Dukungan kedua
orang tua, teman-teman, serta penyertaan Tuhan juga menjadi bagian yang
membuatnya berani mengambil berbagai kesempatan selama berkuliah.
Selama menjalani perkuliahan, Farih aktif
mengikuti berbagai kegiatan di dalam maupun luar kampus. Ia pernah menjadi
volunteer FIFA World Cup Qatar 2022, mengikuti iOS Foundation Program sekaligus
menjadi
Freshmen Leader, menjadi Scholarship Mentor,
serta bergabung dengan iBuddy untuk membantu mahasiswa exchange beradaptasi di
BINUS.
Farih juga mendapatkan berbagai kesempatan
untuk memperluas pengalaman internasional melalui study abroad di University of
Southern Denmark (SDU), Huawei Developer Competition di Hong Kong, summer
school di National University of Singapore (NUS), hingga kegiatan riset di
Belgia.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan
adalah ketika Farih mengikuti study abroad di SDU pada semester enam. Sebagai
pengalaman pertamanya di Eropa sekaligus orang pertama di keluarganya yang
belajar di sana, kesempatan tersebut membuatnya melihat bahwa pembelajaran
tidak hanya berlangsung di ruang kelas.
Berinteraksi dengan berbagai budaya,
berkolaborasi dengan mahasiswa dari negara lain, dan melihat perkembangan
teknologi dari perspektif yang berbeda membuat Farih semakin percaya diri untuk
berkarier di lingkungan internasional.
Pengalaman lain yang turut membentuk arah Farih
adalah ketika ia menjadi Research Scholar di KU Leuven, Belgia. Dalam
kesempatan tersebut, ia bekerja bersama profesor dari luar negeri, healthcare
professionals, serta mahasiswa Computer Science dari berbagai kampus BINUS
dalam sebuah proyek penelitian.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan
ketertarikannya pada bidang research dan teknologi. Bagi Farih, kesempatan
untuk terlibat langsung dalam penelitian internasional membuka perspektif baru
mengenai bagaimana teknologi dapat dikembangkan untuk menghasilkan inovasi yang
bermanfaat bagi masyarakat.
Berbagai pengalaman tersebut juga membawanya
meraih sejumlah pencapaian. Ia menjadi satu-satunya Binusian yang terpilih
sebagai volunteer FIFA World Cup Qatar 2022, meraih Most Outstanding Project
Award dalam Huawei Developer Competition di Hong Kong, menjadi Research Scholar
di KU Leuven melalui kerja sama dengan BINUS, serta meraih sejumlah juara
pertama dalam kompetisi dan hackathon.
Kini, setelah resmi menjadi bagian dari 4.758
lulusan WISUDA-75 BINUS University, Farih membawa berbagai pengalaman tersebut
sebagai bekal untuk melanjutkan perjalanan di bidang teknologi dan research.
Bagi Farih, berbagai pencapaian yang diraih
selama kuliah tidak terlepas dari keberanian untuk mencoba kesempatan yang
awalnya terasa di luar kemampuan. Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk tidak
membatasi diri hanya karena merasa belum cukup mampu.
“Jangan takut mencoba kesempatan yang terlihat
terlalu besar atau terasa di luar kemampuanmu. Banyak pengalaman terbaikku
justru datang dari keberanian untuk mendaftar, mencoba, dan menerima
kemungkinan gagal. Teruslah memberikan yang terbaik, bermimpi besar, dan jangan
lupa menikmati setiap prosesnya karena perjalanan itu sama berharganya dengan
pencapaiannya,” pesan Farih.
Perjalanan Farih Muhammad
menunjukkan bahwa kesempatan dapat menjadi pintu menuju pengalaman yang lebih
besar ketika berani untuk mengambilnya. Dari BINUS @Alam Sutera hingga berbagai
pengalaman internasional, setiap langkah yang dijalaninya menjadi bagian dari
proses untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri memberikan kontribusi
melalui research dan teknologi.
Artikel ini juga tayang di vritimes

