Foto kiri-kanan : Bp. Andi Surya Kurnia (Direktur), Bp. Wahyu Sulistio (Direktur), Ibu Olivia Surodjo (Direktur), Bp. Anhar Sudradjat (Presiden Direktur), Ibu Junita Ciputra (Presiden Komisaris), Bp. Iwan Putra Brasali (Komisaris), Bp. Nanda Widya (Komisaris), Ibu Lanny Bambang (Komisaris Independen), Bp. Thomas J. Angfendy (Komisaris Independen)” />
PT
Metropolitan Land Tbk dengan kode emiten MTLA menyelenggarakan Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) tahun 2026 untuk melaporkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember
2025 (26/5).
RUPST
mencakup lima agenda, yaitu persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan
Perseroan tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih Perseroan,
penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2026,
penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi, serta pengangkatan anggota
Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 2026-2031.
Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025 diterima dan disahkan dalam
RUPST. Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan juga memperoleh pelunasan dan
pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) atas tindakan
pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2025.
Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan
membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,78 triliun dengan laba bersih yang
dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp412,93 miliar.
“Perseroan tetap mampu menjaga fundamental usaha yang sehat dengan kinerja yang
stabil, melalui kontribusi recurring revenue dan strategi pengembangan
proyek yang selektif,” ujar Anhar Sudradjat, Presiden Direktur PT Metropolitan
Land Tbk.
Dalam agenda
penggunaan laba bersih, RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar sekitar
18% dari laba bersih Perseroan atau sebesar Rp9,70 per lembar saham kepada
7.655.126.330 pemegang saham. Perseroan juga menyisihkan dana cadangan sebesar
Rp1 miliar dan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung
pengembangan usaha Perseroan.
Perseroan mengalami perubahan komposisi Dewan Komisaris dan Direksi, yang
meliputi penambahan Ibu Lanny Bambang sebagai Komisaris Independen Perseroan
seiring berakhirnya masa jabatan Bapak Leland G. Rompas seiring memasuki masa
pensiun sebagai Komisaris Independen Perseroan, serta pengunduran diri Bapak
Santoso dari jabatan Direktur Perseroan. Dengan demikian susunan anggota
Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 2026 – 2031 adalah
sebagai berikut:
Direksi:
Presiden
Direktur: Bapak Anhar
Sudradjat
Direktur:
Ibu Olivia Surodjo
Direktur: Bapak Wahyu
Sulistio
Direktur: Bapak Andi
Surya Kurnia
Dewan
Komisaris:
Presiden
Komisaris: Ibu Junita Ciputra
Komisaris: Bapak Iwan Putra Brasali
Komisaris: Bapak Nanda Widya
Komisaris Independen: Bapak Thomas Johannes Angfendy
Komisaris Independen: Ibu Lanny Bambang
Sementara
itu, dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar
Perseroan terkait Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha untuk disesuaikan
dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2025 sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
Pengembangan
Proyek Berjalan
Menopang
kinerja di tahun 2026, MTLA terus melanjutkan ekspansi pada lini bisnis hotel
melalui pengembangan Metland Marron Hotel di Tomohon, Sulawesi Utara, yang
direncanakan mulai beroperasi pada semester II tahun 2026. Selain itu, Metland
juga telah melakukan topping off Metland Smara Hotel Bekasi pada Januari
lalu sebagai penanda selesainya struktur utama hotel bintang empat bisnis (city
hotel) yang dilengkapi restoran rooftop dengan pemandangan Kota
Bekasi.
Pada
pengembangan proyek residensial, Perseroan terus melanjutkan pengembangan dan
pemasaran proyek residensial melalui peluncuran produk yang sesuai dengan
kebutuhan pasar saat ini, seperti cluster Neora di Metland Menteng, cluster
Kertanata di Metland Kertajati dan cluster Brassia Garden di Metland Cikarang.
Sementara itu, Perseroan juga melanjutkan pemasaran sejumlah produk unggulan
lainnya, di antaranya cluster Walden di Metland Transyogi serta cluster
Barcelona Cove, cluster South Tresor phase 2 di Metland Cyber Puri dan Havana
Breeze di Metland Cibitung.
Pada sektor
komersial, Metland telah mengoperasikan G’AVEnue pada 13 Februari 2026, area
terbaru di Grand Metropolitan Bekasi yang mengusung konsep semi outdoor
dengan dominasi tenant food & beverage guna melengkapi kebutuhan
gaya hidup dan destinasi kuliner masyarakat Bekasi dan sekitarnya.
Perseroan
terus melakukan inovasi serta strategi pemasaran digital untuk mendukung
pertumbuhan penjualan dan menjaga daya beli masyarakat. Tahun 2026 MTLA
menargetkan marketing sales yang terdiri dari pre sales dan recurring
revenue hampir sebesar Rp2 triliun. “Hingga April 2026, Perseroan
membukukan marketing sales sebesar Rp677 miliar, dengan kontribusi sekitar 73%
berasal dari pre sales dan sekitar 27% dari recurring revenue,” tutup
Anhar Sudradjat.
–Selesai–
Tentang
PT Metropolitan land Tbk (Metland)
PT
Metropolitan Land Tbk (Metland) didirikan pada tahun 1994 dan terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Juni 2011. Metland adalah pengembang properti
terkemuka dan terpercaya dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di Indonesia.
Portofolio Metland saat ini sebanyak 21 proyek, mencakup sembilan proyek
perumahan dan proyek komersial yang terdiri dari empat pusat perbelanjaan, enam
hotel berbintang, dua apartemen dan gedung perkantoran.
Proyek
hunian Metland terdiri dari Metland Menteng, Metland Puri, Metland Cyber Puri,
Metland Tambun Bekasi, Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Cibitung
Metland Cikarang dan Metland Kertajati. Pusat perbelanjaan meliputi
Metropolitan Mall Bekasi, Grand Metropolitan, Metropolitan Mall Cileungsi, commercial
block One District at Puri dan Milenia City di Metland Cibitung serta unit
hotel, terdiri dari Hotel Horison Ultima Bekasi, Metland Seva Seminyak Bali, Metland Smara Kertajati,
Metland Hotel Bekasi, Metland Hotel Cirebon dan Metland Venya Ubud di Bali.
Selain itu, Metland juga memiliki properti komersial perkantoran dan apartemen M
Gold Tower serta apartemen Kaliana.
Artikel ini juga tayang di vritimes

