Bittime Listing Token Baru World Liberty Financial (WLFI), Gebrakan Baru Decentralized Finance

Date:

Jakarta, 17 September 2025 – Dunia aset kripto Indonesia kembali diramaikan dengan Inovasi baru. Bittime, salah satu crypto exchange terkemuka di Indonesia secara resmi mengumumkan listing token WLFI, sebuah token tata kelola utama dalam ekosistem inovatif World Liberty Financial.

Diluncurkan pada Oktober 2024, World Liberty Financial (WLF) memiliki keunggulan utama yaitu arsitekturnya yang kokoh. Lebih lanjut, WLFI dibangun di atas Ethereum Layer-2 dengan menggunakan teknologi Aave V3, dan menggabungkan antara keamanan dan desentralisasi Ethereum dengan efisiensi biaya serta kecepatan transaksi yang lebih baik. 

Dengan dukungan interoperabilitas multichain, WLFI dirancang untuk memastikan bahwa proses tata kelola ekosistem dapat berjalan secara transparan, inklusif, dan efisien. Fitur ini juga mendukung misi besar World Liberty Financial untuk menghadirkan akses layanan keuangan global yang berbasis pada blockchain, menjembatani kesenjangan antara sistem keuangan konvensional dan ekosistem digital.

Langkah WLFI dalam menggunakan teknologi  Aave yang merupakan salah satu protokol likuiditas terbesar dan terpercaya di ruang DeFi menunjukkan wujud keseriusannya. Sebab, dengan memanfaatkan teknologi tersebut WLFI mampu menyediakan layanan pinjaman dan peminjaman yang aman, serta andal.

WLFI juga menjadi pelajaran yang penting bagi regulator global, termasuk di Indonesia, di mana pasar aset kripto terus berkembang dan sangat peka terhadap narasi serta figur publik. WLFI juga mengajarkan investor Indonesia tentang pentingnya melakukan riset mendalam dan tidak hanya terpancing oleh hype semata, sebuah pelajaran vital dalam ekosistem yang serba cepat.

Namun, tentu perlu dipahami bahwa bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai bukan euforia pasar 

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. 

Artikel ini juga tayang di vritimes

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Populer

Mungkin Anda Suka
Related

Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya...

neobank PLUS Cashback-nya: Ada Cashback Neo Pinjam hingga Rp200 Ribu

Mengelola kebutuhan finansial terkadang membutuhkan dukungan dana tambahan....

Binance Luncurkan Fitur Trading AI, Pengguna Bisa Buat Strategi Tanpa Coding

Binance memperluas akses terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI)...

Bittime Soroti Rencana Regulasi Tokenisasi Aset di Indonesia

Bittime menyoroti rencana OJK mengatur penawaran aset ditokenisasi di...